Thn 2012 Aku sedang berekpedisi di pulau kemarau pada bulan puasa bersama sama temanku.. Kesana pun tidak sengaja. Dalam rangka acara penutupan kegiatan kepemudaan disalah satu mesjid terbesar di kotaku. yang iseng iseng aku ikuti selama seminggu.
Beberapa Panitia pengurus yg ku kenal mengusulkan utk kesana. Yang ikut pun hanya beberapa saja. Ekspedisi pun dimulai. Ketika hari cap gommeh tentu akan semakin ramai, dengan lamp pion dimana mana. Aku berjalan jalan menyusuri jalan setapak. Tangan ku tak lepas dari pegangan rara dan mbk yuni. (Mbk yuni yang pertama ku kenal, aku ingat kata katanya yg dalam bermakna, selalu terngiang di telingaku, “kira kira apa sih dari tubuh kita ini yg tidak mengeluarkan kotoran??“).
Kembali ke cerita ekspedisiku, Kulihat Ada beberapa tempat sedikit tandus, tapi ditempat lain dengan beberapa tempat dilindungi oleh pepohonan tropis berjajar rapi dan tumbuh jarang berjarak.
Mata ku menjelajah melihat sekeliling.. Pulau Kemaro yang terletak kira kira sekitar 6 kilo meter di sebelah timur dari jembatan ampera, yang memiliki luas kurang lebih 24 hektar. Ketika menjejaki kaki dipulau ini. Aku disambut dgn patung budha besar ke emasan yang memukau mata yg memandang.
Ditambah lagi melihat pagoda merah Berlantai 9 yg tinggi menjulang.Bangunan yg baru dibangun tahun 2006. Menjadi daya tarik sendiri pulau kemaro yang berjarak sekitar 40 km dari pusat kota Palembang. Dari pagoda tersebut kita dapat melihat panorama keindahan palembang dari atas dan kegiatan masyrakat palembang di sungai musi menggunakan perahu. Dari kejauhan sini juga aku bisa melihat. Jembatan ampera, Pabrik Pupuk Sriwijaya,Pertamina Plaju dan Sungai Gerong tempat kelahiran ku.
Setelah dari pagoda aku menyusuri tempat lainnya. Kulihat disana ada sebuah kelenteng. Yang bertuliskan Soel Goet Kiong. Atau masyarakat lebih mengenalnya Klenteng Kuan Im dibangun thn 1962.
Aku memasuki kelenteng tersebut tempat orang budha berdoa.. Ketika memasuki klenteng tersebut. Ada beberapa orang sedang berdoa. Tp ada seseorang yang menarik perhatianku seorang ibu paruh baya, yang berwajah oriental.
Dia adalah penjaga klenteng. Ibu tersebut sedang menghidup kan dupa. Menyuruh seorang perempuan muda berdoa menggunakan batang dupa tersebut, sambil menyebutkan keinginannya di dalam hati dan kemudian menyuruhnya merentangkan kedua tangannya, kemudian rentangan tangan tersebut diukur menggunakan bambu panjang, diukur ditandai. Setelah itu bambu itu diasapi menggunakan asap dupa. Kemudian diukur kembali dengan merentangkan tangan. Jika ukurannya melewati ukuran semula. Maka harapan dan doa'nya td cepat ataw lambat pasti akan terkabul. Direstui oleh dewi.
Aku hanya melihat saja. Walau sedikit penasaran. Tdk berani mengikuti cara berdoa seperti itu,takut merusak keyakinan dan kepercayaan.
Jika aku berdoa di depan patung, dengan menggunakan dupa, kemudian mata terpejam... Pikiran lainnya berkata lain. Pemikiran ku mengatakan bahwa ini bentuk penghormatan dan toleransi saja,adab ketika memasuki tempat ibadah agama lain, toh hanya caranya saja berbeda. Tp keyakinan tidak akan hilang di hati. Bukan kah mata ku terpejam, tidak menunduk di depan patung, tidak memperTuhankan,tidak mempercayai. Hanya cara dan tempatnya saja berbeda.
Dari keraguan itu, ku urungkan niat itu. Terlebih lagi teman yang berdiri disebelah ku melarang nya, ketika ku utarakan niat ku kepada RAra kalau aku ingin mencobanya,benar benar penasaran apakah bambu tersebut bisa memanjang sendiri.// rara menarik tangan ku setengah berbisik,“Liat saja jangan lakukan. Mempercayai ramalan dosa, solat enggak keterima katanya“.//
Sesudah melihat kejadian tadi, beralih dari pandangan yang lain. Di depan klenteng terdapat makam Tan Bun An (Pangeran) dan Siti Fatimah (Putri) yang berdampingan. Entah ini hanya simbol makam, atau benar benar makam mereka berdua. Tp Kisah cinta mereka berdualah yang menjadi inspirasi dan legenda terbentuknya pulau ini.
||Untuk lebih jelas tentang cerita asal muasal pulau kemarau yang berkaitan dengan cerita cinta putri sriwijaya dan pangeran negeri cina. Aku dapat informasi lengkap dari browsing internet.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Dengan hanya maksud melestarikan, menginformasikan sejarah dan krn ku jg enggak tau tau benar sejarahnya kalau aku yg nulis takut melenceng dari sejarahnya jd dengan mohon maav, ijin saya COPAs» Berikut ceritanya.
(Diceritakan kembali oleh Samsuni)
Legenda Pulo Kemaro adalah sebuah legenda yang mengisahkan asal mula terjadinya Pulau Kemaro di daerah Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia. Menurut cerita, pulau tersebut merupakan penjelmaan Siti Fatimah putri Raja Sriwijaya yang menceburkan diri ke Sungai Musi hingga tewas tenggelam. Peristiwa tewasnya putra Raja Sriwijaya tersebut disebabkan oleh tindakan ceroboh yang dilakukan oleh kekasihnya bernama Tan Bun Ann, putra Raja Negeri Cina. Kecerobohan apa yang telah dilakukan oleh Tan Bun Ann? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Legenda Pulo Kemaro berikut ini.
* * *
Alkisah, di daerah Sumatra Selatan, tersebutlah seorang raja yang bertahta di Kerajaan Sriwijaya. Raja tersebut mempunyai seorang putri yang cantik jelita bernama Siti Fatimah. Selain cantik, ia juga berperangai baik. Sopan-santun dan tutur bahasanya yang lembut mencerminkan sifat seorang putri raja. Kecantikan dan keelokan perangainya mengundang decak kagum para pemuda di Negeri Palembang. Namun, tak seorang pun pemuda yang berani meminangnya, karena kedua orang tuanya menginginkan ia menikah dengan putra raja yang kaya raya.
Pada suatu hari, datanglah seorang putra raja dari Negeri Cina bernama Tan Bun Ann untuk berniaga di Negeri Palembang. Putra Raja Cina itu berniat untuk tinggal beberapa lama di negeri itu, karena ia ingin mengembangkan usahanya. Sebagai seorang pendatang, Tan Bun Ann datang menghadap kepada Raja Sriwijaya untuk memberitahukan maksud kedatangannya ke negeri itu.
“Ampun, Baginda! Nama hamba Tan Bun Ann, putra raja dari Negeri Cina. Jika diperkenankan, hamba bermaksud tinggal di negeri ini dalam waktu beberapa lama untuk berniaga,” kata Tan Bun Ann sambil memberi hormat.
“Baiklah, Anak Muda! Aku perkenankan kamu tinggal di negeri ini, tapi dengan syarat kamu harus menyerahkan sebagian untung yang kamu peroleh kepada kerajaan,” pinta Raja Sriwijaya.
Tan Bun Ann pun menyanggupi permintaan Raja Sriwijaya. Sejak itu, setiap minggu ia pergi ke istana untuk menyerahkan sebagian keuntungan dagangannya. Suatu ketika, ia bertemu dengan Siti Fatimah di istana. Sejak pertama kali melihat wajah Siti Fatimah, Tan Bun Ann langsung jatuh hati. Demikian sebaliknya, Siti Fatimah pun menaruh hati kepadanya. Akhirnya, mereka pun menjalin hubungan kasih. Karena merasa cocok dengan Siti Fatimah, Tan Bun Ann pun berniat untuk menikahinya.
Pada suatu hari, Tan Bun Ann pergi menghadap Raja Sriwijaya untuk melamar Siti Fatimah.
“Ampun, Baginda! Hamba datang menghadap kepada Baginda untuk meminta restu. Jika diperkenankan, hamba ingin menikahi putri Baginda, Siti Fatimah,” ungkap Tan Bun Ann.
Raja Sriwijaya terdiam sejenak. Ia berpikir bahwa Tan Bun Ann adalah seorang putra Raja Cina yang kaya raya.
“Baiklah, Tan Bun! Aku merestuimu menikah dengan putriku dengan satu syarat,” kata Raja Sriwijaya.
“Apakah syarat itu, Baginda?” tanya Tan Bun Ann penasaran.
“Kamu harus menyediakan sembilan guci berisi emas,” jawab Raja Sriwijaya.
Tanpa berpikir panjang, Tan Bun Ann pun bersedia memenuhi syarat itu.
“Baiklah, Baginda! Hamba akan memenuhi syarat itu,” kata Tan Bun Ann.
Tan Bun Ann pun segera mengirim utusan ke Negeri Cina untuk menyampaikan surat kepada kedua orang tuanya. Selang beberapa waktu, utusan itu kembali membawa surat balasan kepada Tan Bun Ann. Surat balasan dari kedua orang tuanya itu berisi restu atas pernikahan mereka dan sekaligus permintaan maaf, karena tidak bisa menghadiri pesta pernikahan mereka. Namun, sebagai tanda kasih sayang kepadanya, kedua orang tuanya mengirim sembilan guci berisi emas. Demi keamanan dan keselamatan guci-guci yang berisi emas tersebut dari bajak laut, mereka melapisinya dengan sayur sawi tanpa sepengetahuan Tan Bun Ann.
Saat mengetahui rombongan utusannya telah kembali, Tan Bun Ann dan Siti Fatimah bersama keluarganya serta seorang dayang setianya segera berangkat ke dermaga di Muara Sungai Musi untuk memeriksa isi kesembilan guci tersebut. Setibanya di dermaga, Tan Bun Ann segera memerintahkan kepada utusannya untuk menunjukkan guci-guci tersebut.
“Mana guci-guci yang berisi emas itu?” tanya Tan Bun Ann kepada salah seorang utusannya.
“Kami menyimpannya di dalam kamar kapal, Tuan!” jawab utusan itu seraya menuju ke kamar kapal tempat guci-guci tersebut disimpan.
Setelah utusan itu mengeluarkan kesembilan guci tersebut dari kamar kapal, Tan Bun Ann segera memeriksa isinya satu persatu. Betapa terkejutnya ia setelah melihat guci itu hanya berisi sayur sawi yang sudah membusuk.
“Oh, betapa malunya aku pada calon mertuaku. Tentu mereka akan merasa diremehkan dengan barang busuk dan berbau ini,” kata Tan Bun Ann dalam hati dengan perasaan kecewa seraya membuang guci itu ke Sungai Musi.
Dengan penuh harapan, Tan Bun Ann segera membuka guci yang lainnya. Namun, harapan hanya tinggal harapan. Setelah membuka guci-guci tersebut ternyata semuanya berisi sayur sawi yang sudah membusuk. Bertambah kecewalah hati putra Raja Cina itu. Dengan perasaan kesal, ia segera melemparkan guci-guci tersebut ke Sungai Musi satu persatu tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Ketika ia hendak melemparkan guci yang terakhir ke sungai, tiba-tiba kakinya tersandung sehingga guci itu jatuh ke lantai kapal dan pecah. Betapa terkejutnya ia saat melihat emas-emas batangan terhambur keluar dari guci itu. Rupanya di bawah sawi-sawi yang telah membusuk tersebut tersimpan emas batangan. Ia bersama seorang pengawal setianya segera mencebur ke Sungai Musi hendak mengambil guci-guci yang berisi emas tersebut.
Melihat hal itu, Siti Fatimah segera berlari ke pinggir kapal hendak melihat keadaan calon suaminya. Dengan perasaan cemas, ia menunggu calon suaminya itu muncul di permukaan air sungai. Karena orang yang sangat dicintainya itu tidak juga muncul, akhirnya Siti Fatimah bersama dayangnya yang setia ikut mencebur ke sungai untuk mencari pangeran dari Negeri Cina itu. Sebelum mencebur ke sungai, ia berpesan kepada orang yang ada di atas kapal itu.
“Jika ada tumpukan tanah di tepian sungai ini, berarti itu kuburan saya,” demikian pesan Siti Fatimah.
Beberapa hari setelah peristiwa tersebut, muncullah tumpukan tanah di tepi Sungai Musi. Lama kelamaan tumpukan itu menjadi sebuah pulau. untuk mengenangnya dibangunlah Kuil. Masyarakat setempat menyebutnya Pulo Kemaro. Pulo Kemaro dalam bahasa Indonesia berarti Pulau Kemarau. Dinamakan demikian, karena pulau tersebut tidak pernah digenangi air walaupun volume air di Sungai Musi sedang meningkat.
* * *
Demikianlah Legenda Pulo Kemaro dari daerah Palembang, Kini, Pulau Kemaro menjadi salah satu obyek wisata menarik, khususnya wisata budaya dan religius, di Palembang. Setiap perayaan Cap Go Meh (15 hari setelah Imlek) ribuan masyarakat Cina (baik dari dalam maupun luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Cina) datang berkunjung ke Pulau Kemaro untuk melakukan sembahyang atau berziarah. Di pulau itu terdapat sebuah kuil sebagai tempat peribadatan, dan di dalamnya terdapat gundukan tanah yang diyakini makam Siti Fatimah, dan dua gundukan tanah yang agak kecil yang diyakini makam pengawal Tan Bun Ann dan makam dayang Siti Fatimah.
~~~~~~~~~~~~~
Selain itu ditempat ini juga terdapat sebuah Pohon yang disebut sebagai "Pohon Cinta" yang dilambangkan sebagai ritus "Cinta Sejati" antara dua bangsa dan dua budaya yang berbeda pada zaman dahulu antara Siti Fatimah Putri Kerajaan Sriwijaya dan Tan Bun An Pangeran dari Negeri Cina, konon, jika ada pasangan yang mengukir nama mereka di pohon tersebut maka hubungan mereka akan berlanjut sampai jenjang Pernikahan. Maka pulau kemarau ini juga disebut sebagai Pulau Jodoh
Kamis, 29 Januari 2015
Rabu, 14 Januari 2015
AnTu BAnyu By FIT3
Antu Banyu by fit3 (inspirasi dari cerita daerah yg di ceritakan kembali)
Sumatera selatan di aliri sungai sungai sungai besar, selain sungai musi yang menjadi pusat nya di kota ,ada juga sungai lematang di lahat dan beberapa sungai lainnya. Setidaknya ada 9 sungai. Maka disebutlah palembang dengan negeri batang hari 9 yang dialiri 9 sungai besar.
Ada cerita yang berkembang di masyarakat berhubungan tentang sungai musi yaitu legenda Antu banyu . Bahasa indonesia artinya hantu air.
~~~~~~~~~~~~
Ketika aku sedang bermain di rumah saudaraku di daerah lorong kidul,palembang. Disana ada dermaga kapal, kalau sekarang sih tempat perahu nelayan mencari ikan. aku ke sana memberanikan diri ke dermaga, penasaran ingin melihat orang yang berperahu menjaring ikan. Aku jalan melalui pinggirannya dengan berpegangan pada besi jembatan. Dermaga ini memang sudah tua,jalan pijakannya saja dari kayu tebal yang beberapa sudah renggang dan kropos dimakan usia.
Anak anak kecil berumur kira kira 12 - 15 tahun yang sedang bermain di perahu menggodaku "Kak...nanti kecebur awas ada hantu banyu loh...hohoho" .Setiap langkah kakiku melangkah lebar disauti oleh mereka.dengan riuh. "Eaaaya....! Eaaaya!". Hemm tidak lucu kalau aku sampai kepeleset disini anak anak kurcaci itu pasti tertawa dulu baru menolongku dan aku juga tidak terlalu pandai berenang. Bergedik juga mendengar kata "hantu banyu" sudah lama tidak dengar. waktu kecil ku hanya membayangkannya, antu banyu itu mungkin seperti ikan duyung atau mungkin perempuan berambut panjang berwajah pucat atau mungkin seperti nenek penyihir berambut kuning jagung dalam legenda cerita barat. Cerita mitos zaman dahulu yang aku ingat ibu pernah menceritakannya.
Berawal dari kisah cerita orang orang tua dulu. Ada gadis bernama Juani dari keluarga yang amat sederhana. Dia menjadi kembang desa dikampungnya.
Sosok Juani merupakan gadis kampung yang pendiam, elok rupawan, berkulit kuning langsat dan rambut panjangnya yang hitam lebat terurai. Dia 3 saudara dengan 2 saudara laki laki yg masih kecil. Ayahnya seorang pencari ikan di sungai umum pekerjaan yg dilakukan dikampungnya.
Dia yg sedia dan yang hanya bisa membantu ibu dan ayahnya karena adik adiknya masih kecil. Kehidupan keluarga juani pas pas an. Ditambah lagi sifat buruk ayahnya suka berjudi dan berhutang pada rentenir yang sulit dihilangkan.
Seperti hari biasa gadis juani setelah membantu ibunya dirumah, menjaga warung kecil kecilan yang kebanyakan berisi sayur mayur dan mengurus adik adiknya, ia menunggu ayahnya pulang dari menangkap ikan. Utk memilih milih ikan, membersihkan nya kemudian menjemurnya menjadi ikan asin. Baru kemudian dijual dipasar. Harga nya akan lebih mahal jika di asinkan.
Ayah juani: juani, lah lamo tampaknya kau menunggu. Berapa Hari ni tangkapan ikan sepi air pun tak pasang,..
Juani: ia ayah, tak apalah kt syukuri saja ayah.. Yang terpenting alhamdulilh kita masih bisa makan kan ayah.
Ayah juani: iyalah.. Tolong bawakan dan taruh ini di belakang (mengulurkan alat jaring ikan dan topi nelayan). Penat sekali rasanya. Aku lelah sekali.
Juani bergegas kebelakang sambil membawa alat penjaring ikan yg diberikan ayahnya td
Ayah juani segera duduk di kursi dan menyeruput kopi yg tlah disiapkan ibu juani.
(Di dapur)
Ibu juani: ayah mu lah balek juani... ?
Juani: iyo bu, itu ado di depan bu lagi beristirahat.
Ibu juani: cak mano hasil tangkapan ikan hari ini..
Juani: lumayan lah bu... Alhamdulilah syukuri bae...
Ibu juani: iyo.. Juani. Kita pasti bisa cukup bisa menutupi galo galo nyo seandainyo bae ayah mu biso ngilangke sikap buruknya itu. Dak lagi bejudi dan berutang sano sini.
Juani: sudahlah bu.. Doa'ke bae lambat laun ayah nak berubah.
Keelokan rupa Gadis Juani memang sudah begitu terkenal di kalangan masyarakat. Banyak memang bujang (kaum lelaki) berharap mempersuntingnya.
Tapi banyak pula yang mengundurkan diri karena melihat sosok ayah juani yg kasar keras suka berjudi lagi galak, tapi walau begitu ayah juani tidak mengesampingkan keluarganya ia tetap mencari nafkah. Ya yg ujung ujungnya ayah juani meminjam sana sini. Bahkan pd rentenir.
Ada beberapa lelaki yg memberanikan diri datang meminang juani. Namun Gadis Juani belum jg mau menentukan pilihan hati kepada satu bujang pun.
Hingga, pada suatu masa, bapak Gadis Juani terpaksa menerima pinangan dari Bujang Juandan, karena terjerat hutang dengan ayah Bujang Juandan. Seorang saudagar mencakup sebagai rentenir di desa.
Sebelumnya suruhan ayah bujang juandan mendatangi, mengobrak abrik rumah gadis juani meminta ayahnya membayar hutang. Sampai akhirnya anaknya bujang juandan ternyata menyukai juani, merengek pada ayahnya agar juani menjadi istrinya.
Ayah juani: juani pokoknyo kau harus menerima pinangan juandan. BEsok luso keluargonyo nak datang ke sini.
Juani: tapi ayah... Juani dak cinto samo dio....
Ayah juani: kalau kau dak terimo dio, nyawo aku jd taruhannya juani. Kito lah banyak berutang samo bapaknyo. Cakmano kito bayarnyo.
Juani termenung.. Menangis seorang diri, ibu nya hanya bisa pasrah dan menenangkan juani.
Bujang Juandan adalah pemuda dari keluarga kaya raya, namun yang menjadi masalah adalah Bujang Juandan bukanlah pemuda tampan. Bahkan tidak sekadar kurang tampan, Bujang Juandan pun menderita penyakit kulit di sekujur tubuhnya, sehingga ia pun dikenal sebagai Bujang Kurap.
Mendengar kabar itu, Gadis Juani tambah bersedih hati. Ia hendak menolak namun tak kuasa karena kasihan kepada bapaknya......
Keesokan harinya bujang juandan dan keluarganya datang kerumah hendak meminang juani dan menetukan hari.
Juani merasa sedih.. Dan jijik sekali melihatnya. Ternyata bujang juandan itu genit sekali. Tatapan nya itu pada juani terlihat tidak sopan. Seperti seekor kucing yg siap menerkam mangsanya. Juani jijik, jengah melihat sikapnya.
Berhari-hari ia menangisi nasibnya yang begitu malang. Namun apa hendak dikata, pesta pernikahan pun sudah mulai dipersiapkan. Orang sekampung ikut sibuk menyiapkan upacara perkawinan Gadis Juani dan Bujang Juandan.
Ayah juani: sudahlah juani. Engkau pasti akan bahagia bersama juandan. Hidup kita tdk akan susah lagi juani. Ayahnya kayo rayo di desa ini. Saudagar juani.
Ibu juani: jangan menangis nak.. Ini mungkin sudah takdir....
Juani: hanya bisa diam dan tdk henti hentinya menangis
Ayah juani: berhentilah! Terus terusan Kau menangis, mengurung dikamar juani!. Apa kau mau aku matii.
Akhirnya malam perkawinan tiba, Gadis Juani yang cantik dipakaikan aesan penganten (baju dan perhiasan pengantin adat sumsel) Gadis juani tampak begitu anggun menunggu di kamar tidurnya yang telah dihiasi layaknya kamar pengantin, juani duduk di tepi ranjang sambil berurai air mata.
Ketika orang serumah turun menyambut kedatangan arak-arakan rombongan Bujang Juandan, hati Gadis Juani semakin hancur.... Berurai airmata..
Juani kalut, bingung, sedih, hatinya hancur. Pertentangan pikirannya, menyelamatkan ayahnya, menikah, atau menolak kabur, tp ayahnya pasti akan dibunuh oleh anak buah ayah bujang juandan.
Di tengah kekalutan pikirannya, Ia pun mengambil keputusan, dengan berurai air mata ia nekat keluar lewat pintu belakang dan belari menuju sungai.
Akhirnya dengan berurai air mata Gadis Juani pun mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sungai musi.
Beberapa anak hilang karena tenggelam di air sungai disangkut pautkan dengan cerita gadis juani.
KoNoN Kematiannya yang penuh derita menjadikannya arwah penunggu sungai yang dikenal sebagai Antu Banyu yang sering mencari korban anak-anak.
Agar tidak menjadi korban juani. Masyarakat sekitar selalu mempunyai kebiasaan bila hendak kesungai membaca mantra yang diajarkan oleh orang orang tua dulu yaitu mantera pengusir Antu banyu bilamana kita akan ke kayek (pergi ke sungai) mengambil air.
Dengan cara memukul air sungai 3x dengan telapak tangan mengucapkan syair ini:
“Wahai antu banyu antu betangkup~ aku kesini cuma nak ngambek ayek“ (wahai hantu air,hantu penyembunyi permisi aku kesini hanya ingin mengambil air)
"Nyisih lah kau dulu, Bujang Juandan nak ke kayek" (Menyingkirlah engkau sebentar, Bujang Juandan hendak turun ke sungai)“
Begitulah asal mula cerita antu banyu.
Kisah ini sangat terkenal di tengah masyarakat palembang,turun temurun, Tapi sebenarnya kisah ini hanya untuk menakuti anak-anak kecil yang belum pandai berenang agar tidak sembarangan bermain sendirian di sungai,maka dibohongi lah karena ada antu banyu jadi jangan main ke sungai.
Sebagaimana dulu dan sekarang pun masih ada rumah panggung yg berada di pinggir sungai dekat sungai. Tidak sedikit nyawa anak-anak yang melayang akibat tenggelam di sungai karena mencoba coba berenang disungai.
kalau kita baca syair itu Antu Banyu “gadis juani“ akan lari menjauh karena enggan bertemu si Bujang Kurap.
Sumatera selatan di aliri sungai sungai sungai besar, selain sungai musi yang menjadi pusat nya di kota ,ada juga sungai lematang di lahat dan beberapa sungai lainnya. Setidaknya ada 9 sungai. Maka disebutlah palembang dengan negeri batang hari 9 yang dialiri 9 sungai besar.
Ada cerita yang berkembang di masyarakat berhubungan tentang sungai musi yaitu legenda Antu banyu . Bahasa indonesia artinya hantu air.
~~~~~~~~~~~~
Ketika aku sedang bermain di rumah saudaraku di daerah lorong kidul,palembang. Disana ada dermaga kapal, kalau sekarang sih tempat perahu nelayan mencari ikan. aku ke sana memberanikan diri ke dermaga, penasaran ingin melihat orang yang berperahu menjaring ikan. Aku jalan melalui pinggirannya dengan berpegangan pada besi jembatan. Dermaga ini memang sudah tua,jalan pijakannya saja dari kayu tebal yang beberapa sudah renggang dan kropos dimakan usia.
Anak anak kecil berumur kira kira 12 - 15 tahun yang sedang bermain di perahu menggodaku "Kak...nanti kecebur awas ada hantu banyu loh...hohoho" .Setiap langkah kakiku melangkah lebar disauti oleh mereka.dengan riuh. "Eaaaya....! Eaaaya!". Hemm tidak lucu kalau aku sampai kepeleset disini anak anak kurcaci itu pasti tertawa dulu baru menolongku dan aku juga tidak terlalu pandai berenang. Bergedik juga mendengar kata "hantu banyu" sudah lama tidak dengar. waktu kecil ku hanya membayangkannya, antu banyu itu mungkin seperti ikan duyung atau mungkin perempuan berambut panjang berwajah pucat atau mungkin seperti nenek penyihir berambut kuning jagung dalam legenda cerita barat. Cerita mitos zaman dahulu yang aku ingat ibu pernah menceritakannya.
Berawal dari kisah cerita orang orang tua dulu. Ada gadis bernama Juani dari keluarga yang amat sederhana. Dia menjadi kembang desa dikampungnya.
Sosok Juani merupakan gadis kampung yang pendiam, elok rupawan, berkulit kuning langsat dan rambut panjangnya yang hitam lebat terurai. Dia 3 saudara dengan 2 saudara laki laki yg masih kecil. Ayahnya seorang pencari ikan di sungai umum pekerjaan yg dilakukan dikampungnya.
Dia yg sedia dan yang hanya bisa membantu ibu dan ayahnya karena adik adiknya masih kecil. Kehidupan keluarga juani pas pas an. Ditambah lagi sifat buruk ayahnya suka berjudi dan berhutang pada rentenir yang sulit dihilangkan.
Seperti hari biasa gadis juani setelah membantu ibunya dirumah, menjaga warung kecil kecilan yang kebanyakan berisi sayur mayur dan mengurus adik adiknya, ia menunggu ayahnya pulang dari menangkap ikan. Utk memilih milih ikan, membersihkan nya kemudian menjemurnya menjadi ikan asin. Baru kemudian dijual dipasar. Harga nya akan lebih mahal jika di asinkan.
Ayah juani: juani, lah lamo tampaknya kau menunggu. Berapa Hari ni tangkapan ikan sepi air pun tak pasang,..
Juani: ia ayah, tak apalah kt syukuri saja ayah.. Yang terpenting alhamdulilh kita masih bisa makan kan ayah.
Ayah juani: iyalah.. Tolong bawakan dan taruh ini di belakang (mengulurkan alat jaring ikan dan topi nelayan). Penat sekali rasanya. Aku lelah sekali.
Juani bergegas kebelakang sambil membawa alat penjaring ikan yg diberikan ayahnya td
Ayah juani segera duduk di kursi dan menyeruput kopi yg tlah disiapkan ibu juani.
(Di dapur)
Ibu juani: ayah mu lah balek juani... ?
Juani: iyo bu, itu ado di depan bu lagi beristirahat.
Ibu juani: cak mano hasil tangkapan ikan hari ini..
Juani: lumayan lah bu... Alhamdulilah syukuri bae...
Ibu juani: iyo.. Juani. Kita pasti bisa cukup bisa menutupi galo galo nyo seandainyo bae ayah mu biso ngilangke sikap buruknya itu. Dak lagi bejudi dan berutang sano sini.
Juani: sudahlah bu.. Doa'ke bae lambat laun ayah nak berubah.
Keelokan rupa Gadis Juani memang sudah begitu terkenal di kalangan masyarakat. Banyak memang bujang (kaum lelaki) berharap mempersuntingnya.
Tapi banyak pula yang mengundurkan diri karena melihat sosok ayah juani yg kasar keras suka berjudi lagi galak, tapi walau begitu ayah juani tidak mengesampingkan keluarganya ia tetap mencari nafkah. Ya yg ujung ujungnya ayah juani meminjam sana sini. Bahkan pd rentenir.
Ada beberapa lelaki yg memberanikan diri datang meminang juani. Namun Gadis Juani belum jg mau menentukan pilihan hati kepada satu bujang pun.
Hingga, pada suatu masa, bapak Gadis Juani terpaksa menerima pinangan dari Bujang Juandan, karena terjerat hutang dengan ayah Bujang Juandan. Seorang saudagar mencakup sebagai rentenir di desa.
Sebelumnya suruhan ayah bujang juandan mendatangi, mengobrak abrik rumah gadis juani meminta ayahnya membayar hutang. Sampai akhirnya anaknya bujang juandan ternyata menyukai juani, merengek pada ayahnya agar juani menjadi istrinya.
Ayah juani: juani pokoknyo kau harus menerima pinangan juandan. BEsok luso keluargonyo nak datang ke sini.
Juani: tapi ayah... Juani dak cinto samo dio....
Ayah juani: kalau kau dak terimo dio, nyawo aku jd taruhannya juani. Kito lah banyak berutang samo bapaknyo. Cakmano kito bayarnyo.
Juani termenung.. Menangis seorang diri, ibu nya hanya bisa pasrah dan menenangkan juani.
Bujang Juandan adalah pemuda dari keluarga kaya raya, namun yang menjadi masalah adalah Bujang Juandan bukanlah pemuda tampan. Bahkan tidak sekadar kurang tampan, Bujang Juandan pun menderita penyakit kulit di sekujur tubuhnya, sehingga ia pun dikenal sebagai Bujang Kurap.
Mendengar kabar itu, Gadis Juani tambah bersedih hati. Ia hendak menolak namun tak kuasa karena kasihan kepada bapaknya......
Keesokan harinya bujang juandan dan keluarganya datang kerumah hendak meminang juani dan menetukan hari.
Juani merasa sedih.. Dan jijik sekali melihatnya. Ternyata bujang juandan itu genit sekali. Tatapan nya itu pada juani terlihat tidak sopan. Seperti seekor kucing yg siap menerkam mangsanya. Juani jijik, jengah melihat sikapnya.
Berhari-hari ia menangisi nasibnya yang begitu malang. Namun apa hendak dikata, pesta pernikahan pun sudah mulai dipersiapkan. Orang sekampung ikut sibuk menyiapkan upacara perkawinan Gadis Juani dan Bujang Juandan.
Ayah juani: sudahlah juani. Engkau pasti akan bahagia bersama juandan. Hidup kita tdk akan susah lagi juani. Ayahnya kayo rayo di desa ini. Saudagar juani.
Ibu juani: jangan menangis nak.. Ini mungkin sudah takdir....
Juani: hanya bisa diam dan tdk henti hentinya menangis
Ayah juani: berhentilah! Terus terusan Kau menangis, mengurung dikamar juani!. Apa kau mau aku matii.
Akhirnya malam perkawinan tiba, Gadis Juani yang cantik dipakaikan aesan penganten (baju dan perhiasan pengantin adat sumsel) Gadis juani tampak begitu anggun menunggu di kamar tidurnya yang telah dihiasi layaknya kamar pengantin, juani duduk di tepi ranjang sambil berurai air mata.
Ketika orang serumah turun menyambut kedatangan arak-arakan rombongan Bujang Juandan, hati Gadis Juani semakin hancur.... Berurai airmata..
Juani kalut, bingung, sedih, hatinya hancur. Pertentangan pikirannya, menyelamatkan ayahnya, menikah, atau menolak kabur, tp ayahnya pasti akan dibunuh oleh anak buah ayah bujang juandan.
Di tengah kekalutan pikirannya, Ia pun mengambil keputusan, dengan berurai air mata ia nekat keluar lewat pintu belakang dan belari menuju sungai.
Akhirnya dengan berurai air mata Gadis Juani pun mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sungai musi.
Beberapa anak hilang karena tenggelam di air sungai disangkut pautkan dengan cerita gadis juani.
KoNoN Kematiannya yang penuh derita menjadikannya arwah penunggu sungai yang dikenal sebagai Antu Banyu yang sering mencari korban anak-anak.
Agar tidak menjadi korban juani. Masyarakat sekitar selalu mempunyai kebiasaan bila hendak kesungai membaca mantra yang diajarkan oleh orang orang tua dulu yaitu mantera pengusir Antu banyu bilamana kita akan ke kayek (pergi ke sungai) mengambil air.
Dengan cara memukul air sungai 3x dengan telapak tangan mengucapkan syair ini:
“Wahai antu banyu antu betangkup~ aku kesini cuma nak ngambek ayek“ (wahai hantu air,hantu penyembunyi permisi aku kesini hanya ingin mengambil air)
"Nyisih lah kau dulu, Bujang Juandan nak ke kayek" (Menyingkirlah engkau sebentar, Bujang Juandan hendak turun ke sungai)“
Begitulah asal mula cerita antu banyu.
Kisah ini sangat terkenal di tengah masyarakat palembang,turun temurun, Tapi sebenarnya kisah ini hanya untuk menakuti anak-anak kecil yang belum pandai berenang agar tidak sembarangan bermain sendirian di sungai,maka dibohongi lah karena ada antu banyu jadi jangan main ke sungai.
Sebagaimana dulu dan sekarang pun masih ada rumah panggung yg berada di pinggir sungai dekat sungai. Tidak sedikit nyawa anak-anak yang melayang akibat tenggelam di sungai karena mencoba coba berenang disungai.
kalau kita baca syair itu Antu Banyu “gadis juani“ akan lari menjauh karena enggan bertemu si Bujang Kurap.
Rabu, 17 Desember 2014
penunggu lift lantai 3 dan 9
Mom: “Ara... Ara... Bangun ara.....
Ayooo! Apa kamu tidak solat ara. Dan Nanti kamu bisa kesiangan.“
Terdengar suara mom dari luar kamar.
Ara terbangun melihat jam weker.
Ara: “Wah.. Gawat, ara bakal kesiangan...jam 6.10..“. Ara bergegas beranjak dari tempat tidur.
Ara keluar kamar...
Mom tak berhenti mengomel.
Mom: “Kamu itu ara! bangun kesiangan.. Kan sdh mom ingatkan berhenti tidur larut malam. Ini jam berapa, matahari saja sudah mau terbit. Mau sholat apa. Sholat duha...?! Mana mandi paling lama kamu itu ara....“
“Mom dulu seumur kamu itu ara sudah bangun jam 4 pagi, untuk Mandi dan menyiapkan segalanya.“
“Mom tidak tau lagi. Apa kata mertuamu ara nanti,jika melihat mu seperti ini. Entah apa yg dia pikirkan. Malu kan. Dia pikir mom pasti tdk mengajarkan hal yg baik dgn mu ara.“
Ara: “tenang mom klw itu terjdi nanti ara tdk seperti ini ~ mom. Ara tau mom..“
“Mom.. Klw ara tetap dsini pasti ara tambah kesiangan. Lebih baik ara begegas mandi ya kan mom.“( Sambil mencium pipi mom)
“Huft.. Utk apa memikirkan hal yg belum ada, “mertua“??? Mom selalu mempersulit ara memikirkan hal yg belum ada. Mom memang ada ada saja,...“
“Untung lagi tidak ada bang ray dsini. Tambah banyak yang mengomeli ara“
(“dlm hati ara“)
Mom : dasar anak jaman sekarang. (melihat punggung anaknya yg berlalu pergi)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
2 jam Kemudian.. ara sudah rapih. Duduk di meja makan. Menyelesaikan sarapannya
Ara:Mom..ara berangkat ya, menyalim,mencium tangan mom.
Mom: ya.. Hati2x dijalan ra.. Cepat pulang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ArA sudah sampai di tempat baru, tempat ara akan bekerja...
Dengan rasa terkesima, rasa semangat dan takjup ara melihat gedung yg menjulang tinggi. Terdiri dari 35 lantai.
(Kalau terjadi gempa gimana ya... Untung ara tidak di tempatkan di lantai paling atas.., di atas balkon mksudnya^^)
Halaman parkir yg luas dan beberapa pohon yg membuat ke asriannya, dgn taman kecil yg indah.
Di belakangnya. yg tidak terlalu jauh kalau naik mobil, tapi terlalu jauh kalau jalan kaki terdapat seperti pabrik pengolahan. Yg tentu didalamnya terdiri dari mesin mesin produksi.
Dan di bass ment bawah gedung yg menjulang tinggi tersebut terdapat tempat parkir motor.
Di depan pintu gerbang masuknya.. Terdapat post satpam yg ara lihat Satpamnya yg sedang berjaga bernama pak rahmat, pak sukarna dan pak sarif.
Ara sempatkan tersenyum,menyapa mereka. Yg membalas hanya dua, yg satunya hanya mengangguk dan tersenyum saja.
Mereka pun membalas sambil tersenyum jg: pagi bu..
(Dalam hati ara )...“ What ibu..??apa ara tdk salah dengar, Apa ara jd setua itu..dgn pakaian seperti ini....ara lebih seneng dipanggil mbk saja.. Ara rasa umur arah lebih muda darinya..“
Ara melangkah memasuki kantor. Ara Tersenyum Meliwati receptionist.
Salah satu sekuriti ada disana dari jauh dia melihat bet yg ara pakai kemudian menganguk (isyarat yg ara lihat dia mengerti keperluan ara disini,tanpa berbicara dia mengisyaratkan “ silakan masuk anda bagian dari sini“).
Kantor ini memang besar,luas, dan menjulang tinggi. Tapi disini.. Tidak hanya berlabel Perusahaan tempat ara bekerja saja.
Perusahaan tempat Ara bekerja menyewakan beberapa lantai kepada beberapa perusahaan.
Sedang Perusahaan tempat ara bekerja hanya membutuhkan 6 lantai saja. Dengan divisi yang berbeda.
Beberapa perusahaan menyewaa ditempat ini. Salah satunya Berapa perusahaan kontraktor yg terpercaya membangun jalan gedung di kota besar, perusahaan leasing, bahkan penerbitan buku yg tebesar juga ada disini.
Ara menunju tempat yg di tuju menggunakan lift. Lantai 12.
Orang yg harus ara temui pertama adalah salah satu manager disini. Bpk. Farhan salalahi, ST.
Ara sampai di lantai 12, menemui bapak manager, semua berjalan dengan lancar, ara diperkenalkan dengan teman2x satu devisi dengan ara. Yg bakal ara temui setiap hari. Mereka tampak ramah dan menyenangkan.
Tampaknya ara tdk akan mengalami kesulitan apapun disini. Mereka siap membantu ara jika ara kebingungan dan bertanya.
Bapak farhan menyarankan ara bertanya dengan mas dion. Dan mbk reina. Mereka berdua sudah lama disini kira kira sudah 10 tahun.
Bapak Farhan memberi kepercayaan kepada mereka untuk mengajarkan dan memberi tahu sub sub kerja ara. Mereka Mengetahui bagian2x kerja ara. Mbk reina dan mas dion pun siap mengajari, membantu, memberitahu ara apa yg harus ara lakukan.
Mbk reina menunjukan tempat ara duduk, disamping erick. Dengan 3 jarak langkah kaki.
Komputer baru dan meja baru.
Ara.. Kamu harus semangat komputer baru meja baru,tempat duduk baru, printer baru. Satu minggu kau harus bisa menguasai semuanya. Ingat kata bpk farhan td di dalam.
Mbk reina mengenalkan ara dengan teman teman yg lainnya, ada dani, ita, erik, rani, marini,dan banyak lagi. Dengan tugasnya masing masing.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Semua berjalan dengan baik. Tidak terasa ara sudah 2bulanan ara bekerja disini.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ara hendak pulang sudah malam sekarang jam 8 malam..kebagian lembur pertama hari ini, terkadang juga bisa jam 9 malam kata mbk yani.
Dan hari ini Ara terpaksa lembur sendiri tanpa mas dion dan mbk reina,walau masih baru. Mas dion izin mau antar anak nya ke rumah sakit dan mbk reina sedang hamil. Tinggal menunggu cuti hamil saja. Ara dilepas oleh mereka berdua. Utk tugas hari hari Ara sudah faham katanya.
Ara ingat pesan mas dion Klw ara masih ragu tinggal kan bsk saja nanti mas dion Atau mbk reina yg menghendelnya.
Ara mmg suka ragu dan takut salah. kalau sudah datang berurusan dengan divisi cabang . Apalagi klw berhubungan dengan org org lapangan .
Ara pulang dengan mbk yani hari ini, berbeda divisi dengannya, mbk yani meminta tolong menungguinya krn sub tugas ara berhubungan dengan mbk yani.
Ara yg salah satu sub kerjanya punya tugas mengolah, memisah misahkan data,mengamankan data dan mengambil data di server dengan pasword rahasia, dan data data dari program myob. kemudian menyerahkannya kepada mbk yani data soft copy yg diperlukannya saja.
Data tersebut itulah yg akan jd laporan mbk yani untuk dicocokkan dengan datanya. Data akhir bulan. Dengan perhitung perhitungan yg dia mengerti.
sedang mas roy, mbk fika, dan rani sudah meminta pamit duluan, biasanya dia bersama, erik, marini dan tomi. Dia kebagian lembur hari ini.
Ara dan teman2x mbk yani turun menggunakan lift...
Lantai 12...11...10...9...
Tiba..tiba..ketika di lantai 9 liftnya berhenti. Hampir semua org dalam lift menjerit. Lampu lift padam. Salah satu org di dalam lift memencet tombol darurat. Tolong kami pak.. Lift macet...!
Ara diam ketakutan, cemas, memegang tangan mbk yani....
SemuA tampak gelap.
“Tenang ra....“ Kata mbk yani.
Lampu lift kemudian hidup lagi.. Pintu Lift terbuka,lift tertutup lagi dan berjalan lagi.... Turun kebawah.
Mungkin tadi mati lampu salah satu teman berkata
Di lantai dasar lift terbuka, ara menghirup nafas lega. Pak safri sudah ada di depan pintu.
Pak safri: malam pak! bu^^. Apa semua sudah turun ...
Salah satu tmn mbk yani menjawab: iy pak..., kalau di lantai 10, 12,11 sih sudah pak sudah kosong. Ob nya pun sdh pulang kok pak.. Tp tolong dicek lagi saja pak.
Mbk yani: pak.. Tadi lift nya macet..
Pak safri: ya saya tau.... Mangkanya saya bergegas kesini. Dan dilihat dari kamera pengawas, liftnya normal lagi.
Sudah berapa kali memanggil teknisi berbeda. Dan slalu bilang semua baik2x saja. Lagian gedung ini dan semua kontruksinya termasuk liftnya baru... Seharusnya tidak terjadi kerusakan apa apa. Jika tidak krn ada gangguan pemadaman listrik. Tp Besok akan saya laporkan lagi untuk mengeceknya.
Ara dan mbk yani dan teman teman pamit pulang.
Pak safri dan teman temanya bersiap2x mengecek2x ruangan dan mematikan semua lampu kantor.
Ara mengangap kejadian itu biasa, walau sedikit shock..(Sangat mengejutkan)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Paginya ara berangkat ke kantor seperti biasa. Menaiki lift yang sama, menuju ke lantai 12.
(Ara sepertinya sudah lupa kejadian semalam)
Kantor tampak sepi.. Cuma ada satpam dan reseptionist yg baru datang.
Ara lihat jam.. Pukul 7 kurang 10 menit.. Waktu dijalan memang tidak bisa di prediksi. Ara berfikir lebih baik datang agak pagi tapi santai. Dari pada telad. Ara juga paling males kalau ketemu macet.
mbk ratih, mas ragil yang ara kenal petugas cleaning servise di kantor pasti ada di ruangan jam segini. Mengepel dan membersihkan ruangan.
Ya.. Biasanya teman teman datang jam delapan sih..
Pas dekat dekat jam kantor.08.00.
Pukul 07.15 ~08.00 Jam segini sudah pasti ramai dan lift penuh sesak.
Ara memasuki lift.. Kemudian ada yg masuk ke dalam lift dari lantai 3. Seorang pemuda berpakaian resmi baju kantor.. Ganteng, tinggi putih, kemeja biru, rambut gaya tin tin mirip kayak henky kurniawan.,
Pemuda itu tampak diam saja dan sesekali menunduk. Pintu lift tertutup
Tiba2x lampu lift berkedap kedip.. Ara dan pemuda itu saling menatap.
Tampak cemas di wajah ara
“Tenang tidak apa apa“ kata pemuda itu menenangkan ara.
Dia menekan tombol 9..lift melaju lagi..
Lantai 9
Pemuda tersebut keluar dari lift dan ara sendirian di dalam lift...
Pintu lift tertutup, dan lift melaju ke lantai 12. Ke ruangan ara.
Ara melakukan finger scan. Dari jauh Dilihatnya mbk ratih sedang merapikan meja, mengambil gelas gelas..ara mendekatinya,Yups benar mbk ratih, ara senang ada mbk ratih disini.
Ara mendekati mbk ratih menyapa mbk ratih yg sudah dekat dengan ara..
Ara mengumumkan apa yg dialaminya td.
Ara: mbk.. Mbk ratih Ara td satu lift dgn pemuda yg ganteng banget deh mbk... Dia ke lantai 9. Rasa nya ingin lama lama lift jangan berhenti.
(Mbk ratih jd berhenti sejenak melakukan pekerjaannya, mendengarkan ara)
Mbk ratih: ciri2x nya gimana ra.. Mungkin mbk ratih kenal. Huh.. Ara klw ganteng knpa tdk kenalan sih ra
.
Ara: Mbk.. ara lupa tanya namanya....^^\tp..... Ya malu lah mbk masak ara sih mbk yg mau kenalan duluan... Tengsin dong ara mbk. Gengsi dong mbk..
Mbk ratih hanya senyum senyum melihat tingkah ara.
Mbk ratih: mbk ratih mau menyelesaikan pekerjaan dulu ya rA, kasih tau mbk kalau bertemu lagi dan sudah tau namanya^^.
Ara tersenyum ceria sambil mengangguk
Satu persatu tmn kantor ara datang. Dan menyapa ara dan satu sama lain.
Pagi ra~....... Pagi Rika~
pagi Dion~..... pagi reina~
~~SeLaMaT Pagi Semua~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ke esokan harinya
Pagi pagi terjadi hal sama di kantor ketika ara mau memasuki lift di lantai dasar.
Pemuda itupun ada.. Ara tersenyum menyapanya,
menanyakannya..
"Lantai berapa mas?“
“Lantai 9..“ Kata pemuda itu
Ara memencet tombol 9 dan 12
Pemuda itu memulai percakapan dengan ara
Suka datang pagi juga ya mbk.., baru beberapa hari ini saya sering melihat mbk...
Ara: iya.. Saya di lantai 12 ..
(ara juga menyebutkan divisinya dan nama perushaan nya).
" baru dua bulanan ini saya disini. Udara pagi lebih menyejukan dan klw pagi begini lebih mudah menghindarkan macet mas.“
Pemuda itu:“hmmm.. Iya..Pantas saya seperti baru melihat mbk. Kenalkan nama saya diaz saya di lantai 9 “(dan diaz menyebutkan juga divisi nya). “Kita perushaan yg sama. Nama kamu siapa“. (Mengajak berjabat tangan)
Ara: ara... (Menyambut jabatan tangan diaz)
Pemuda itu (diaz) : salam kenal ara..
Ara: sama sama.
Pintu lift terbuka.. Di lantai 9.
Diaz pergi..
Pemuda itu (Diaz): “ Sampai jumpa kembali ara“
Ara mengangguk tersenyum.. (Menandakan ya.. Sampai jumpa kembali diaz).
|“Namanya Diaz...“ Ara bergumam mengingat nama pemuda itu tadi|
Di kantor ternyata sudah ada yg datang diantaranya mas dion, ratna dan marini. Yg ternyata sdh datang duluan duduk di meja ruangannya masing2x.. Mereka menyalakan komputer mereka masing2x ada yg langsung membuka pesan. Ada yg melanjutkan kerja nya yg kemarin. Ada yg duduk santai merenggangkan tangan. Ada yg mengobrol.
Ara sempatkan menyapa mereka semua. Mereka tersenyum dan membalas sapaan ara.
Tidak lama Erick datang ke mejanya disebelah kanan ara. Dia melepas jaket. Kemudian duduk. Berdiri lagi. Matanya celingak celingukan.
Ara: knp rik?
Ra.. Ini bukan kursi ku ra. Engk bisa muter2x. Engk enak engk nyaman duduknya ra. Tukar dong ra.
Dia ingin menukar nya dengan kursi ara.
Ara: enggak mau ara.. Inikan kursi ara.
Akhirnya dia menukarnya dengan kursi mbk reina. Terus kursi itu diberinya tanda namanya.
Ussst diam diam aja ya ra. (Ara hanya geleng geleng saja melihat kelakuan erik)
Erik: ra.. Bawa makanan kecil engk ra.. Coklat ra.. (Erik melirik tas ara)
Ara: masih pagi, uda tanya mkanan rik. Ara engk bawa rik..
(Biasanya sih erik iseng membuka tas ara)
Erik: ya..ara....
Erik: Erik belum sarapan ra td maklum anak kost. Jd malu deh...
Ara: (ara yg jd kasihan mendengarnya). Iya deh bsk ya rik...tp ara engk janji loh..
Mas dion lewat yg ternyata mendengar percakapan kami berdua nyeletuk
Mas dion : jangan mau ra.. Erik kamu nyuruh2x ara ya yg bawa makanan.
Erik: engk kok mas. Suer..
Ara: engk mas emang ara sendiri. Beneran.
Mas dion: nanti badanmu jd gendut ara.. ARa..
Erik: erik tertawa mendengarnya, “iya ini aja tinggal dikempesin aja mas nanti anak ini“ hihi.
(Ara melotot menatap erik...) “Just kidding ra“
Biasanya ara mmg bawa... Krn sebenarnya ara ada maag. Ara senang mengulum permen coklat.. Ara juga senang melihat meja ara klw ada mknan sebagai hiasan. Kadang juga ara taruh bunga hidup disana. Seperti waktu itu Melati dari rumah.
(Tman ara ada yg protes, serem katanya, soalnya wktu dia kebagian lembur malam bau wangi melati, dicari ny sumbernya ternyata di meja ara. Memang sengaja ara iseng sih wktu itu...^^)
Biasanya Ara taruh cemilan di meja ara. Menawarinya dengan teman teman,klw kerjaan mulai senggang kadang juga mereka datang di meja ara. Itu bentuk cara connection pendekatan ara. Karena Ara orgnya yg jarang bicara, pendiam. Bingung memulai dengan kata kata apa... Paling ara membalas nya dengan senyum. Dan alasAn apa menyapa duluan. Dan Bagaimana. Bukan krn ara sombong tp karena segan, malu tdk kenal.
Tp Tdk enak juga rasanya menyapa klw sedang perlu saja.. Dengan alasan keperluan kerja. Dan salah juga kan klw org terus mulai menyapa duluan.
Beberapa hari saja ara sudah kenal dan dekat dengan teman teman kerja ara. Yg kebetulan seumuran ara. Terkadang juga mereka membantu ara apa yg mereka tahu.
Memberitahu cara cara,rumus,password yg ara tdk tau.
Ara Segan kalau harus bertanya ulang sama mas dion atau mbk reina... Umurnya jauh dari ara.. Mbk reina Agak jauh jg jarak dari meja ara. Dan mbk reina lagi hamil.
Kalau Mas dion jg orgnya pendiam. Agak agak killer kata teman teman, jd takut ara.. Tp bagaimanpun Ara harus bertanya kepada mereka berdua mereka yg lebih tau.
Ara pernah sekali tdk sengaja liat mas dion marah di ruang rapat, ara sedang lewat disana.
Dengar dari teman masalahnya karena ada org dari divisi lain yg membuat kesalahan tp menyalahkan erick. Sudah di tanya dengan baik baik malah mencari kambing hitam.
Mas dion jd marah bersih tegang dengan org itu. Org itu pun terdiam melihat mas dion marah.
Pimpinan menenangkannya, Kemudian mas dion melunak dan menjelaskan semuanya,bahkan menanyakannya baik baik.
Pimpinan yg sepertinya sudah mengerti mas dion diam saja..
Ara jd terdiam takut melihat itu. Tapi katanya itu cuma akting. Bnyk berbagai macam org disini. Kamu harus berani klw kamu benar ra.
(Mas dion mmg salah satu yg disegani disini. Mas dion kepala bagian disini.).
•Sekilas cerita ara•
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ara ke pantry sebentar ingin membuat teh hangat sekalian melihat kalau kalau ada mbk ratih.
Mbk ratih: dar....! (Datang dari belakang mengejutkan ara)
Ara: (mengernyitkan badan reflek karena terkejut). Mbk... Kalau jantung ara copot gimana?
Mbk ratih: (hanya tertawa kecil) . Masak masih muda jantung sdh mau copot.. Ra..
Ara: mbk.. ara sudah tau namanya mbk..
Mbk ratih: siap ra?
Ara: yg ara ceritain kemarin mbk, Namanya diaz mbk, dia di lantai 9
Mbk ratih: diaz?????.... Engk ada loh ra namanya diaz. Di lantai 9.... Mbk ini sudah 2tahun ra disini. Mbk hafal ra. Apalgi 4 lantai ini. Mbk kan suka di rolling ke lantai 10 dan 9 ra. Mungkin dia bohong ra. Dia mengunjungi teman nya mungkin ra
Ara: sepagi ini mbk...????
Mbk ratih menaikan bahunya. “ Mungkin ra..“
Detik, menit, jam bergulir... Tdk terasa Jam makan siang.
Ara, mbk yani, eric, mas dion, dani. Rena. Turun kekantin bawah, ara duduk bersebelahan dengan mbk yani. Mbk yani mulai membuka cerita lembur kemarin. Lift yg berhenti mendadak di lantai 9, pintu lift terbuka. kemudian aktif kembali dengan sendirinya.
Eric mengiyakan dia pun sudah 3 kali mengalaminya, itu juga pernah terjdi di lantai 3. Ternyata kejadian itu sering terjadi disini. Sedang rena memilih menaiki tangga darurat bersama temannya takut mengalami hal seperti itu. Jika mau melewati lantai 9 dan 3 katanya. Sedang erik jika tdk terpaksa lebih baik naik tangga darurat saja sekalian olaraga. Kalau mbk maryani tdk berani sendirian menaiki lift.
Ara yg bingung hanya mendengarkan nya saja dan mas dion juga diam saja.
Mbk yani: Ternyata dulu pernah ada karyawan lelaki yang meninggal, dia bekerja dilantai 9 kemudian liftnya berhenti rusak di lantai 3, lift nya macet. Kemungkinan besar karena sesak dan kehabisan oksigen pemuda tersebut meninggal.
Tapi kejadian tersebut sudah lama sekali dan waktu gedung lama.
Gedung ini kan mengalami pembahuruan ra..
Dibangun baru. Yg awalnya hnya berlantai 10 menjadi tinggi seperti sekarang. Kami pun diungsikan bekerja dikantor cabang untuk sementara waktu itu. Setelah gedung ini selesai kami kembali kesini.
Gedung ini beroperasi tidak lama setelah kamu masuk ra, kurang dari satu tahun.
Ara wajahnya menjadi pucat pasih. Dia jd teringat hari harinya yg aneh beberapa hari ini di lift. Dia juga ketemu dengan pemuda yg sedikit aneh. Ara memilih diam saja mendengarkan cerita teman temannya...
Rena menimpali.
Rena: mas dion, mas dion kan sdh 10 tahun mas dion.. Apa benar cerita itu mas?
Mbk yani: iya.. Dengar dengar itu teman kerja mas dion kan mas..?
Mas dion:
menghela nafas... Sebenarnya mas tdk mau mengingat ingat cerita ini, jd sedih.
Jg Tdk logis rasanya menyangkut nyangkut paut kan kejadian aneh beberpa hari ini dgn kejadian 4 thn yg lalu. Sebagai manusia yg berakal dan beragama pun kita harus pandai menyikapinya.
Iya benar pernah terjadi seperti itu. Itu tmn kerja mas dion, anaknya pendiam, baik, ganteng juga. Sayang sekali nasibnya mengalami kejadian na'as seperti itu.
Kejadiannya 4 tahun yg lalu waktu dia pulang kerja... Kami sudah pulang jam 5 sore. Mas mengajaknya pulang, dia bilang duluan saja, dia masih mengerjakan sesuatu sedikit lagi.
Mas sms:diaz kt mau main futsal mau ikut tdk?.
Dibalasny: “Ya dia bilang sebentar. Jam 5.30an dia keluar dari kantor.“
Tp kemudian tak berapa lama, dia sms kembali,
“dion maav, aku tdk ikut hari ini.. Aku mau langsung pulang saja ke rumah, istirahat.“
Dan hal na'as itu terjadi.
Tdk ada yg mengetahui. Diaz sendirian di dalam lift. Ke esok'an paginya. Ada tim pengecekan lift. Yg dikira rusak dari kemarin sore. Melihat diaz telah kaku menjadi mayat di dalam lift lantai 3.
Dan tdk lama kemudian gedung ini mengalami perombakan.
Mas dion kemudian menunjukan foto diaz... Sdg berfoto dgn teman2xnya dan mas dion.
Ara melohok melihatnya.
Ara terkejut tidak berani berkata apa apa....
...............diam seribu bahasa...........
Ayooo! Apa kamu tidak solat ara. Dan Nanti kamu bisa kesiangan.“
Terdengar suara mom dari luar kamar.
Ara terbangun melihat jam weker.
Ara: “Wah.. Gawat, ara bakal kesiangan...jam 6.10..“. Ara bergegas beranjak dari tempat tidur.
Ara keluar kamar...
Mom tak berhenti mengomel.
Mom: “Kamu itu ara! bangun kesiangan.. Kan sdh mom ingatkan berhenti tidur larut malam. Ini jam berapa, matahari saja sudah mau terbit. Mau sholat apa. Sholat duha...?! Mana mandi paling lama kamu itu ara....“
“Mom dulu seumur kamu itu ara sudah bangun jam 4 pagi, untuk Mandi dan menyiapkan segalanya.“
“Mom tidak tau lagi. Apa kata mertuamu ara nanti,jika melihat mu seperti ini. Entah apa yg dia pikirkan. Malu kan. Dia pikir mom pasti tdk mengajarkan hal yg baik dgn mu ara.“
Ara: “tenang mom klw itu terjdi nanti ara tdk seperti ini ~ mom. Ara tau mom..“
“Mom.. Klw ara tetap dsini pasti ara tambah kesiangan. Lebih baik ara begegas mandi ya kan mom.“( Sambil mencium pipi mom)
“Huft.. Utk apa memikirkan hal yg belum ada, “mertua“??? Mom selalu mempersulit ara memikirkan hal yg belum ada. Mom memang ada ada saja,...“
“Untung lagi tidak ada bang ray dsini. Tambah banyak yang mengomeli ara“
(“dlm hati ara“)
Mom : dasar anak jaman sekarang. (melihat punggung anaknya yg berlalu pergi)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
2 jam Kemudian.. ara sudah rapih. Duduk di meja makan. Menyelesaikan sarapannya
Ara:Mom..ara berangkat ya, menyalim,mencium tangan mom.
Mom: ya.. Hati2x dijalan ra.. Cepat pulang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ArA sudah sampai di tempat baru, tempat ara akan bekerja...
Dengan rasa terkesima, rasa semangat dan takjup ara melihat gedung yg menjulang tinggi. Terdiri dari 35 lantai.
(Kalau terjadi gempa gimana ya... Untung ara tidak di tempatkan di lantai paling atas.., di atas balkon mksudnya^^)
Halaman parkir yg luas dan beberapa pohon yg membuat ke asriannya, dgn taman kecil yg indah.
Di belakangnya. yg tidak terlalu jauh kalau naik mobil, tapi terlalu jauh kalau jalan kaki terdapat seperti pabrik pengolahan. Yg tentu didalamnya terdiri dari mesin mesin produksi.
Dan di bass ment bawah gedung yg menjulang tinggi tersebut terdapat tempat parkir motor.
Di depan pintu gerbang masuknya.. Terdapat post satpam yg ara lihat Satpamnya yg sedang berjaga bernama pak rahmat, pak sukarna dan pak sarif.
Ara sempatkan tersenyum,menyapa mereka. Yg membalas hanya dua, yg satunya hanya mengangguk dan tersenyum saja.
Mereka pun membalas sambil tersenyum jg: pagi bu..
(Dalam hati ara )...“ What ibu..??apa ara tdk salah dengar, Apa ara jd setua itu..dgn pakaian seperti ini....ara lebih seneng dipanggil mbk saja.. Ara rasa umur arah lebih muda darinya..“
Ara melangkah memasuki kantor. Ara Tersenyum Meliwati receptionist.
Salah satu sekuriti ada disana dari jauh dia melihat bet yg ara pakai kemudian menganguk (isyarat yg ara lihat dia mengerti keperluan ara disini,tanpa berbicara dia mengisyaratkan “ silakan masuk anda bagian dari sini“).
Kantor ini memang besar,luas, dan menjulang tinggi. Tapi disini.. Tidak hanya berlabel Perusahaan tempat ara bekerja saja.
Perusahaan tempat Ara bekerja menyewakan beberapa lantai kepada beberapa perusahaan.
Sedang Perusahaan tempat ara bekerja hanya membutuhkan 6 lantai saja. Dengan divisi yang berbeda.
Beberapa perusahaan menyewaa ditempat ini. Salah satunya Berapa perusahaan kontraktor yg terpercaya membangun jalan gedung di kota besar, perusahaan leasing, bahkan penerbitan buku yg tebesar juga ada disini.
Ara menunju tempat yg di tuju menggunakan lift. Lantai 12.
Orang yg harus ara temui pertama adalah salah satu manager disini. Bpk. Farhan salalahi, ST.
Ara sampai di lantai 12, menemui bapak manager, semua berjalan dengan lancar, ara diperkenalkan dengan teman2x satu devisi dengan ara. Yg bakal ara temui setiap hari. Mereka tampak ramah dan menyenangkan.
Tampaknya ara tdk akan mengalami kesulitan apapun disini. Mereka siap membantu ara jika ara kebingungan dan bertanya.
Bapak farhan menyarankan ara bertanya dengan mas dion. Dan mbk reina. Mereka berdua sudah lama disini kira kira sudah 10 tahun.
Bapak Farhan memberi kepercayaan kepada mereka untuk mengajarkan dan memberi tahu sub sub kerja ara. Mereka Mengetahui bagian2x kerja ara. Mbk reina dan mas dion pun siap mengajari, membantu, memberitahu ara apa yg harus ara lakukan.
Mbk reina menunjukan tempat ara duduk, disamping erick. Dengan 3 jarak langkah kaki.
Komputer baru dan meja baru.
Ara.. Kamu harus semangat komputer baru meja baru,tempat duduk baru, printer baru. Satu minggu kau harus bisa menguasai semuanya. Ingat kata bpk farhan td di dalam.
Mbk reina mengenalkan ara dengan teman teman yg lainnya, ada dani, ita, erik, rani, marini,dan banyak lagi. Dengan tugasnya masing masing.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Semua berjalan dengan baik. Tidak terasa ara sudah 2bulanan ara bekerja disini.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ara hendak pulang sudah malam sekarang jam 8 malam..kebagian lembur pertama hari ini, terkadang juga bisa jam 9 malam kata mbk yani.
Dan hari ini Ara terpaksa lembur sendiri tanpa mas dion dan mbk reina,walau masih baru. Mas dion izin mau antar anak nya ke rumah sakit dan mbk reina sedang hamil. Tinggal menunggu cuti hamil saja. Ara dilepas oleh mereka berdua. Utk tugas hari hari Ara sudah faham katanya.
Ara ingat pesan mas dion Klw ara masih ragu tinggal kan bsk saja nanti mas dion Atau mbk reina yg menghendelnya.
Ara mmg suka ragu dan takut salah. kalau sudah datang berurusan dengan divisi cabang . Apalagi klw berhubungan dengan org org lapangan .
Ara pulang dengan mbk yani hari ini, berbeda divisi dengannya, mbk yani meminta tolong menungguinya krn sub tugas ara berhubungan dengan mbk yani.
Ara yg salah satu sub kerjanya punya tugas mengolah, memisah misahkan data,mengamankan data dan mengambil data di server dengan pasword rahasia, dan data data dari program myob. kemudian menyerahkannya kepada mbk yani data soft copy yg diperlukannya saja.
Data tersebut itulah yg akan jd laporan mbk yani untuk dicocokkan dengan datanya. Data akhir bulan. Dengan perhitung perhitungan yg dia mengerti.
sedang mas roy, mbk fika, dan rani sudah meminta pamit duluan, biasanya dia bersama, erik, marini dan tomi. Dia kebagian lembur hari ini.
Ara dan teman2x mbk yani turun menggunakan lift...
Lantai 12...11...10...9...
Tiba..tiba..ketika di lantai 9 liftnya berhenti. Hampir semua org dalam lift menjerit. Lampu lift padam. Salah satu org di dalam lift memencet tombol darurat. Tolong kami pak.. Lift macet...!
Ara diam ketakutan, cemas, memegang tangan mbk yani....
SemuA tampak gelap.
“Tenang ra....“ Kata mbk yani.
Lampu lift kemudian hidup lagi.. Pintu Lift terbuka,lift tertutup lagi dan berjalan lagi.... Turun kebawah.
Mungkin tadi mati lampu salah satu teman berkata
Di lantai dasar lift terbuka, ara menghirup nafas lega. Pak safri sudah ada di depan pintu.
Pak safri: malam pak! bu^^. Apa semua sudah turun ...
Salah satu tmn mbk yani menjawab: iy pak..., kalau di lantai 10, 12,11 sih sudah pak sudah kosong. Ob nya pun sdh pulang kok pak.. Tp tolong dicek lagi saja pak.
Mbk yani: pak.. Tadi lift nya macet..
Pak safri: ya saya tau.... Mangkanya saya bergegas kesini. Dan dilihat dari kamera pengawas, liftnya normal lagi.
Sudah berapa kali memanggil teknisi berbeda. Dan slalu bilang semua baik2x saja. Lagian gedung ini dan semua kontruksinya termasuk liftnya baru... Seharusnya tidak terjadi kerusakan apa apa. Jika tidak krn ada gangguan pemadaman listrik. Tp Besok akan saya laporkan lagi untuk mengeceknya.
Ara dan mbk yani dan teman teman pamit pulang.
Pak safri dan teman temanya bersiap2x mengecek2x ruangan dan mematikan semua lampu kantor.
Ara mengangap kejadian itu biasa, walau sedikit shock..(Sangat mengejutkan)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Paginya ara berangkat ke kantor seperti biasa. Menaiki lift yang sama, menuju ke lantai 12.
(Ara sepertinya sudah lupa kejadian semalam)
Kantor tampak sepi.. Cuma ada satpam dan reseptionist yg baru datang.
Ara lihat jam.. Pukul 7 kurang 10 menit.. Waktu dijalan memang tidak bisa di prediksi. Ara berfikir lebih baik datang agak pagi tapi santai. Dari pada telad. Ara juga paling males kalau ketemu macet.
mbk ratih, mas ragil yang ara kenal petugas cleaning servise di kantor pasti ada di ruangan jam segini. Mengepel dan membersihkan ruangan.
Ya.. Biasanya teman teman datang jam delapan sih..
Pas dekat dekat jam kantor.08.00.
Pukul 07.15 ~08.00 Jam segini sudah pasti ramai dan lift penuh sesak.
Ara memasuki lift.. Kemudian ada yg masuk ke dalam lift dari lantai 3. Seorang pemuda berpakaian resmi baju kantor.. Ganteng, tinggi putih, kemeja biru, rambut gaya tin tin mirip kayak henky kurniawan.,
Pemuda itu tampak diam saja dan sesekali menunduk. Pintu lift tertutup
Tiba2x lampu lift berkedap kedip.. Ara dan pemuda itu saling menatap.
Tampak cemas di wajah ara
“Tenang tidak apa apa“ kata pemuda itu menenangkan ara.
Dia menekan tombol 9..lift melaju lagi..
Lantai 9
Pemuda tersebut keluar dari lift dan ara sendirian di dalam lift...
Pintu lift tertutup, dan lift melaju ke lantai 12. Ke ruangan ara.
Ara melakukan finger scan. Dari jauh Dilihatnya mbk ratih sedang merapikan meja, mengambil gelas gelas..ara mendekatinya,Yups benar mbk ratih, ara senang ada mbk ratih disini.
Ara mendekati mbk ratih menyapa mbk ratih yg sudah dekat dengan ara..
Ara mengumumkan apa yg dialaminya td.
Ara: mbk.. Mbk ratih Ara td satu lift dgn pemuda yg ganteng banget deh mbk... Dia ke lantai 9. Rasa nya ingin lama lama lift jangan berhenti.
(Mbk ratih jd berhenti sejenak melakukan pekerjaannya, mendengarkan ara)
Mbk ratih: ciri2x nya gimana ra.. Mungkin mbk ratih kenal. Huh.. Ara klw ganteng knpa tdk kenalan sih ra
.
Ara: Mbk.. ara lupa tanya namanya....^^\tp..... Ya malu lah mbk masak ara sih mbk yg mau kenalan duluan... Tengsin dong ara mbk. Gengsi dong mbk..
Mbk ratih hanya senyum senyum melihat tingkah ara.
Mbk ratih: mbk ratih mau menyelesaikan pekerjaan dulu ya rA, kasih tau mbk kalau bertemu lagi dan sudah tau namanya^^.
Ara tersenyum ceria sambil mengangguk
Satu persatu tmn kantor ara datang. Dan menyapa ara dan satu sama lain.
Pagi ra~....... Pagi Rika~
pagi Dion~..... pagi reina~
~~SeLaMaT Pagi Semua~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ke esokan harinya
Pagi pagi terjadi hal sama di kantor ketika ara mau memasuki lift di lantai dasar.
Pemuda itupun ada.. Ara tersenyum menyapanya,
menanyakannya..
"Lantai berapa mas?“
“Lantai 9..“ Kata pemuda itu
Ara memencet tombol 9 dan 12
Pemuda itu memulai percakapan dengan ara
Suka datang pagi juga ya mbk.., baru beberapa hari ini saya sering melihat mbk...
Ara: iya.. Saya di lantai 12 ..
(ara juga menyebutkan divisinya dan nama perushaan nya).
" baru dua bulanan ini saya disini. Udara pagi lebih menyejukan dan klw pagi begini lebih mudah menghindarkan macet mas.“
Pemuda itu:“hmmm.. Iya..Pantas saya seperti baru melihat mbk. Kenalkan nama saya diaz saya di lantai 9 “(dan diaz menyebutkan juga divisi nya). “Kita perushaan yg sama. Nama kamu siapa“. (Mengajak berjabat tangan)
Ara: ara... (Menyambut jabatan tangan diaz)
Pemuda itu (diaz) : salam kenal ara..
Ara: sama sama.
Pintu lift terbuka.. Di lantai 9.
Diaz pergi..
Pemuda itu (Diaz): “ Sampai jumpa kembali ara“
Ara mengangguk tersenyum.. (Menandakan ya.. Sampai jumpa kembali diaz).
|“Namanya Diaz...“ Ara bergumam mengingat nama pemuda itu tadi|
Di kantor ternyata sudah ada yg datang diantaranya mas dion, ratna dan marini. Yg ternyata sdh datang duluan duduk di meja ruangannya masing2x.. Mereka menyalakan komputer mereka masing2x ada yg langsung membuka pesan. Ada yg melanjutkan kerja nya yg kemarin. Ada yg duduk santai merenggangkan tangan. Ada yg mengobrol.
Ara sempatkan menyapa mereka semua. Mereka tersenyum dan membalas sapaan ara.
Tidak lama Erick datang ke mejanya disebelah kanan ara. Dia melepas jaket. Kemudian duduk. Berdiri lagi. Matanya celingak celingukan.
Ara: knp rik?
Ra.. Ini bukan kursi ku ra. Engk bisa muter2x. Engk enak engk nyaman duduknya ra. Tukar dong ra.
Dia ingin menukar nya dengan kursi ara.
Ara: enggak mau ara.. Inikan kursi ara.
Akhirnya dia menukarnya dengan kursi mbk reina. Terus kursi itu diberinya tanda namanya.
Ussst diam diam aja ya ra. (Ara hanya geleng geleng saja melihat kelakuan erik)
Erik: ra.. Bawa makanan kecil engk ra.. Coklat ra.. (Erik melirik tas ara)
Ara: masih pagi, uda tanya mkanan rik. Ara engk bawa rik..
(Biasanya sih erik iseng membuka tas ara)
Erik: ya..ara....
Erik: Erik belum sarapan ra td maklum anak kost. Jd malu deh...
Ara: (ara yg jd kasihan mendengarnya). Iya deh bsk ya rik...tp ara engk janji loh..
Mas dion lewat yg ternyata mendengar percakapan kami berdua nyeletuk
Mas dion : jangan mau ra.. Erik kamu nyuruh2x ara ya yg bawa makanan.
Erik: engk kok mas. Suer..
Ara: engk mas emang ara sendiri. Beneran.
Mas dion: nanti badanmu jd gendut ara.. ARa..
Erik: erik tertawa mendengarnya, “iya ini aja tinggal dikempesin aja mas nanti anak ini“ hihi.
(Ara melotot menatap erik...) “Just kidding ra“
Biasanya ara mmg bawa... Krn sebenarnya ara ada maag. Ara senang mengulum permen coklat.. Ara juga senang melihat meja ara klw ada mknan sebagai hiasan. Kadang juga ara taruh bunga hidup disana. Seperti waktu itu Melati dari rumah.
(Tman ara ada yg protes, serem katanya, soalnya wktu dia kebagian lembur malam bau wangi melati, dicari ny sumbernya ternyata di meja ara. Memang sengaja ara iseng sih wktu itu...^^)
Biasanya Ara taruh cemilan di meja ara. Menawarinya dengan teman teman,klw kerjaan mulai senggang kadang juga mereka datang di meja ara. Itu bentuk cara connection pendekatan ara. Karena Ara orgnya yg jarang bicara, pendiam. Bingung memulai dengan kata kata apa... Paling ara membalas nya dengan senyum. Dan alasAn apa menyapa duluan. Dan Bagaimana. Bukan krn ara sombong tp karena segan, malu tdk kenal.
Tp Tdk enak juga rasanya menyapa klw sedang perlu saja.. Dengan alasan keperluan kerja. Dan salah juga kan klw org terus mulai menyapa duluan.
Beberapa hari saja ara sudah kenal dan dekat dengan teman teman kerja ara. Yg kebetulan seumuran ara. Terkadang juga mereka membantu ara apa yg mereka tahu.
Memberitahu cara cara,rumus,password yg ara tdk tau.
Ara Segan kalau harus bertanya ulang sama mas dion atau mbk reina... Umurnya jauh dari ara.. Mbk reina Agak jauh jg jarak dari meja ara. Dan mbk reina lagi hamil.
Kalau Mas dion jg orgnya pendiam. Agak agak killer kata teman teman, jd takut ara.. Tp bagaimanpun Ara harus bertanya kepada mereka berdua mereka yg lebih tau.
Ara pernah sekali tdk sengaja liat mas dion marah di ruang rapat, ara sedang lewat disana.
Dengar dari teman masalahnya karena ada org dari divisi lain yg membuat kesalahan tp menyalahkan erick. Sudah di tanya dengan baik baik malah mencari kambing hitam.
Mas dion jd marah bersih tegang dengan org itu. Org itu pun terdiam melihat mas dion marah.
Pimpinan menenangkannya, Kemudian mas dion melunak dan menjelaskan semuanya,bahkan menanyakannya baik baik.
Pimpinan yg sepertinya sudah mengerti mas dion diam saja..
Ara jd terdiam takut melihat itu. Tapi katanya itu cuma akting. Bnyk berbagai macam org disini. Kamu harus berani klw kamu benar ra.
(Mas dion mmg salah satu yg disegani disini. Mas dion kepala bagian disini.).
•Sekilas cerita ara•
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ara ke pantry sebentar ingin membuat teh hangat sekalian melihat kalau kalau ada mbk ratih.
Mbk ratih: dar....! (Datang dari belakang mengejutkan ara)
Ara: (mengernyitkan badan reflek karena terkejut). Mbk... Kalau jantung ara copot gimana?
Mbk ratih: (hanya tertawa kecil) . Masak masih muda jantung sdh mau copot.. Ra..
Ara: mbk.. ara sudah tau namanya mbk..
Mbk ratih: siap ra?
Ara: yg ara ceritain kemarin mbk, Namanya diaz mbk, dia di lantai 9
Mbk ratih: diaz?????.... Engk ada loh ra namanya diaz. Di lantai 9.... Mbk ini sudah 2tahun ra disini. Mbk hafal ra. Apalgi 4 lantai ini. Mbk kan suka di rolling ke lantai 10 dan 9 ra. Mungkin dia bohong ra. Dia mengunjungi teman nya mungkin ra
Ara: sepagi ini mbk...????
Mbk ratih menaikan bahunya. “ Mungkin ra..“
Detik, menit, jam bergulir... Tdk terasa Jam makan siang.
Ara, mbk yani, eric, mas dion, dani. Rena. Turun kekantin bawah, ara duduk bersebelahan dengan mbk yani. Mbk yani mulai membuka cerita lembur kemarin. Lift yg berhenti mendadak di lantai 9, pintu lift terbuka. kemudian aktif kembali dengan sendirinya.
Eric mengiyakan dia pun sudah 3 kali mengalaminya, itu juga pernah terjdi di lantai 3. Ternyata kejadian itu sering terjadi disini. Sedang rena memilih menaiki tangga darurat bersama temannya takut mengalami hal seperti itu. Jika mau melewati lantai 9 dan 3 katanya. Sedang erik jika tdk terpaksa lebih baik naik tangga darurat saja sekalian olaraga. Kalau mbk maryani tdk berani sendirian menaiki lift.
Ara yg bingung hanya mendengarkan nya saja dan mas dion juga diam saja.
Mbk yani: Ternyata dulu pernah ada karyawan lelaki yang meninggal, dia bekerja dilantai 9 kemudian liftnya berhenti rusak di lantai 3, lift nya macet. Kemungkinan besar karena sesak dan kehabisan oksigen pemuda tersebut meninggal.
Tapi kejadian tersebut sudah lama sekali dan waktu gedung lama.
Gedung ini kan mengalami pembahuruan ra..
Dibangun baru. Yg awalnya hnya berlantai 10 menjadi tinggi seperti sekarang. Kami pun diungsikan bekerja dikantor cabang untuk sementara waktu itu. Setelah gedung ini selesai kami kembali kesini.
Gedung ini beroperasi tidak lama setelah kamu masuk ra, kurang dari satu tahun.
Ara wajahnya menjadi pucat pasih. Dia jd teringat hari harinya yg aneh beberapa hari ini di lift. Dia juga ketemu dengan pemuda yg sedikit aneh. Ara memilih diam saja mendengarkan cerita teman temannya...
Rena menimpali.
Rena: mas dion, mas dion kan sdh 10 tahun mas dion.. Apa benar cerita itu mas?
Mbk yani: iya.. Dengar dengar itu teman kerja mas dion kan mas..?
Mas dion:
menghela nafas... Sebenarnya mas tdk mau mengingat ingat cerita ini, jd sedih.
Jg Tdk logis rasanya menyangkut nyangkut paut kan kejadian aneh beberpa hari ini dgn kejadian 4 thn yg lalu. Sebagai manusia yg berakal dan beragama pun kita harus pandai menyikapinya.
Iya benar pernah terjadi seperti itu. Itu tmn kerja mas dion, anaknya pendiam, baik, ganteng juga. Sayang sekali nasibnya mengalami kejadian na'as seperti itu.
Kejadiannya 4 tahun yg lalu waktu dia pulang kerja... Kami sudah pulang jam 5 sore. Mas mengajaknya pulang, dia bilang duluan saja, dia masih mengerjakan sesuatu sedikit lagi.
Mas sms:diaz kt mau main futsal mau ikut tdk?.
Dibalasny: “Ya dia bilang sebentar. Jam 5.30an dia keluar dari kantor.“
Tp kemudian tak berapa lama, dia sms kembali,
“dion maav, aku tdk ikut hari ini.. Aku mau langsung pulang saja ke rumah, istirahat.“
Dan hal na'as itu terjadi.
Tdk ada yg mengetahui. Diaz sendirian di dalam lift. Ke esok'an paginya. Ada tim pengecekan lift. Yg dikira rusak dari kemarin sore. Melihat diaz telah kaku menjadi mayat di dalam lift lantai 3.
Dan tdk lama kemudian gedung ini mengalami perombakan.
Mas dion kemudian menunjukan foto diaz... Sdg berfoto dgn teman2xnya dan mas dion.
Ara melohok melihatnya.
Ara terkejut tidak berani berkata apa apa....
...............diam seribu bahasa...........
Langganan:
Postingan (Atom)